Dulu
saya mulai belajar mengaji saat duduk di kelas 1 SD.
Awalnya ustadzah saya
menggunakan metode Al-Baghdad dan Iqro’. Naah, karena saya dulu paling rajin
belajar mengaji mangkanya saya lebih cepat bisa dibanding teman-teman lainnya.
Saya rasa itu wajar jika teman-teman saya jauh tertinggal dibanding saya. Namun
lama-kelamaan saya jadi ragu dengan hal tersebut soalnya uda 1 tahunan
teman-teman saya kenapa belum bisa-bisa yaa??? Darii sinilaah akhirnya ustadzah saya
mengevaluasi metode belajar membaca Al-qur’an yang selama ini beliau terapkan.
Kebetulan
pada waktu itu ada mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Malang yang mendapat
tugas mengabdi di desa saya tepatnya di Kelurahan Tungtungtirto-Singosari. Dan
ada mbak-mbak KKN, sebut saja mereka mbak Tutik dan mbak Ana yang menawarkan
metode baru pada saat itu. Namanya adalah metode Qiroaty.

Penasaran
dengan metode ini??? Tunggu edisi selanjutnyaa….:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar